Lionel Messi kembali menjadi yang terbaik. Untuk ketiga kalinya
secara berturut-turut, ia meraih Ballon d'Or penghargaan pemain terbaik
2011 dari FIFA.
Pemain timnas Argentina Lionel Messi hanya setinggi 1,69 meter dan
mendapat julukan 'La Pulga - Si Kutu'. Tapi ukuran tubuh tidak ada
hubungannya dengan prestasi Messi di lapangan sepakbola. Pemain FC
Barcelona ini mengalahkan dua pemain klub liga Spanyol, Cristiano
Ronaldo dan Xavi dalam perebutan gelar permain terbaik dunia 2011 versi FIFA.
Tubuh Kecil Bukan Penghalang
Pada usia lima tahun Messi bergabung dengan klub di kampung halamannya, Grandoli FC. Setelah bermain selama tiga tahun di klub yang diasuh ayahnya ini, Messi kemudian pindah ke Newell's Old Boys. Pada usia 12 tahun Messi sudah menjadi pemain utama klub asal kota Rosario ini. Pelatihnya melihat bakat besar yang dimiliki Messi. Saat itu, tubuh Messi sudah dianggap terlalu kecil. Tingginya hanya 140 cm akibat menderita kelainan hormon pertumbuhan. Baik orang tua maupun klubnya tidak mampu membiayai terapi baginya.
Akhirnya bantuan didapatkannya di Eropa. Pada tahun 1990 keluarga Messi
hijrah ke Spanyol. Dalam sebuah latihan, penampilan Messi berhasil
memukau FC Barelona, Spanyol. Kontrak ditandatangani dan Barcelona pun
bersedia membiayai ongkos terapi hormon bagi Messi. Empat tahun lamanya,
setiap harinya Messi mendapatkan suntikan di kedua kakinya.
Pada tanggal 16 Oktober 2004, Messi memulai debutnya di liga utama Spanyol, Primera Division, sebagai pemain pengganti. Gol pertamanya di Primera Division dicetak Messi dalam pertandingan melawan Albacete BalompiƩ, 1 Mei 2005. Dengan golnya ini, Messi tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah FC Barcelona.
Messi Diharapkan Bisa Menggantikan Maradona
Pada bulan April 2007, ingatan pencinta bola kembali tertuju kepada Maradona. Gol yang dicetak Messi kala bertanding melawan FC Getafe bisa dikatakan sebagai duplikatnya gol Maradona, dalam perempatfinal Piala Dunia melawan Inggris tahun 1986. Dalam hitungan 12 detik, Messi men-drible bola dari lapangan tengah, mengecoh empat pemain dan kiper lawan, sebelum menyarangkan bola ke gawang. Walaupun kepiawaiannya dalam mengolah bola tidak diragukan lagi, Messi selalu merendah jika dibandingkan dengan Maradona. “Saya masih harus terus berlatih. Saya ingin menjadi pemain yang serba bisa,” dikatakan pemain berusia 23 tahun ini.
Messi dan Diego Maradona
Tapi jika kita bertanya, siapa pemain bola terbaik dunia, nama pertama
yang terlintas adalah Lionel Messi. Dan Messi memang layang menyandang
predikat ini. Setelah pada tahun 2009 diangkat sebagai pemain terbaik
Eropa dan dunia, kini ia kembali terpilih merebut Ballon d'Or 2010.
Begitu juga tahun 2011. Seorang wartawan olahraga Spanyol bahkan suatu
ketika pernah berkata, “Kita harus mengganti nama sepak bola dengan nama
baru. Kita sebut saja Messi!”
Harga Transfer Messi 250 Juta Euro
Kontrak Messi bersama klubnya Barcelona, terakhir diperpanjang September 2009 dan berlaku hingga 2016. Dalam kontrak tersebut juga ditetapkan, gajinya sebesar 12,5 juta Euro per tahun dan jika ada klub ynag berani membelinya keluar dari Barca, maka mereka harus merogoh kantong uang hingga 250 juta Euro. Bagi Messi, ini adalah kenaikan gaji keenam di Barca dalam kurun waktu lima tahun.
Atas desas-desus yang mengatakan ia akan berganti klub, pemain bintang ini sering menjawab dengan kalimat "Barcelona adalah rumah saya". seorang wartawan olahraga Spanyol bahkan pernah menuntut, "Kita harus memberikan nama baru untuk sepakbola. Kita harus menyebutnya Messi!" Memang tidak bisa dibantah, saat ini tidak ada pemain lain di dunia yang menguasai si kulit bundar seperti pria Argentina tersebut.
Masalah di Tim Nasional
Bersama Barcelona, Messi telah berhasil meraih semuanya. Juara Liga, Piala Liga, juara Liga Champions UEFA, Piala Super Spanyol dan Eropa serta juara dunia antarklub FIFA. Akan tetapi hal ini berbeda bersama tim Argentina. Seluruh rakyat Argentina masih menunggu terobosan besar anak ajaib ini. Memang sebagai pemain nasional, Messi tidak begitu menonjol. Sering kali ia mengecewakan harapan pendukungnya, jika ia bermain mengenakan kaos biru muda-putih. Selain itu, di negerinya sendiri, Messi dianggap sebagai setengah Spanyol.
Dalam Piala Dunia 2006 di Jerman, Messi hanya diturunkan dalam tiga
pertandingan, itupun tidak 90 menit penuh. Dan Messi hanya bisa
menyaksikan dari bangku cadangan ketika Argentina didepak Jerman di
perempatfinal. Juga dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tidak satu
golpun yang berhasil dicetak Messi. Dan kembali Argentina disingkirkan
Jerman di perempatfinal. Hal tidak berubah dalam turnamen Copa America
2011. Messi kembali tidak memenuhi harapan di negaranya sendiri. Ia
tidak mencetak gol dan bersama tim Argentina gugur di babak
perempatfinal setelah kalah dari Uruguay.
Lionel Messi memang merupakan salah satu pemain terhebat yang ada saat ini. Namun, seorang pemain berbakat paling besar abad ini, seperti Messi, hanya dapat bersinar dengan dukungan rekannya di lapangan. Dan dukungan ini lebih besar didapatkan Messi di Barcelona daripada di kesebelasan nasional Argentina.
Tubuh Kecil Bukan Penghalang
Pada usia lima tahun Messi bergabung dengan klub di kampung halamannya, Grandoli FC. Setelah bermain selama tiga tahun di klub yang diasuh ayahnya ini, Messi kemudian pindah ke Newell's Old Boys. Pada usia 12 tahun Messi sudah menjadi pemain utama klub asal kota Rosario ini. Pelatihnya melihat bakat besar yang dimiliki Messi. Saat itu, tubuh Messi sudah dianggap terlalu kecil. Tingginya hanya 140 cm akibat menderita kelainan hormon pertumbuhan. Baik orang tua maupun klubnya tidak mampu membiayai terapi baginya.
Pada tanggal 16 Oktober 2004, Messi memulai debutnya di liga utama Spanyol, Primera Division, sebagai pemain pengganti. Gol pertamanya di Primera Division dicetak Messi dalam pertandingan melawan Albacete BalompiƩ, 1 Mei 2005. Dengan golnya ini, Messi tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah FC Barcelona.
Messi Diharapkan Bisa Menggantikan Maradona
Pada bulan April 2007, ingatan pencinta bola kembali tertuju kepada Maradona. Gol yang dicetak Messi kala bertanding melawan FC Getafe bisa dikatakan sebagai duplikatnya gol Maradona, dalam perempatfinal Piala Dunia melawan Inggris tahun 1986. Dalam hitungan 12 detik, Messi men-drible bola dari lapangan tengah, mengecoh empat pemain dan kiper lawan, sebelum menyarangkan bola ke gawang. Walaupun kepiawaiannya dalam mengolah bola tidak diragukan lagi, Messi selalu merendah jika dibandingkan dengan Maradona. “Saya masih harus terus berlatih. Saya ingin menjadi pemain yang serba bisa,” dikatakan pemain berusia 23 tahun ini.
Messi dan Diego MaradonaHarga Transfer Messi 250 Juta Euro
Kontrak Messi bersama klubnya Barcelona, terakhir diperpanjang September 2009 dan berlaku hingga 2016. Dalam kontrak tersebut juga ditetapkan, gajinya sebesar 12,5 juta Euro per tahun dan jika ada klub ynag berani membelinya keluar dari Barca, maka mereka harus merogoh kantong uang hingga 250 juta Euro. Bagi Messi, ini adalah kenaikan gaji keenam di Barca dalam kurun waktu lima tahun.
Atas desas-desus yang mengatakan ia akan berganti klub, pemain bintang ini sering menjawab dengan kalimat "Barcelona adalah rumah saya". seorang wartawan olahraga Spanyol bahkan pernah menuntut, "Kita harus memberikan nama baru untuk sepakbola. Kita harus menyebutnya Messi!" Memang tidak bisa dibantah, saat ini tidak ada pemain lain di dunia yang menguasai si kulit bundar seperti pria Argentina tersebut.
Masalah di Tim Nasional
Bersama Barcelona, Messi telah berhasil meraih semuanya. Juara Liga, Piala Liga, juara Liga Champions UEFA, Piala Super Spanyol dan Eropa serta juara dunia antarklub FIFA. Akan tetapi hal ini berbeda bersama tim Argentina. Seluruh rakyat Argentina masih menunggu terobosan besar anak ajaib ini. Memang sebagai pemain nasional, Messi tidak begitu menonjol. Sering kali ia mengecewakan harapan pendukungnya, jika ia bermain mengenakan kaos biru muda-putih. Selain itu, di negerinya sendiri, Messi dianggap sebagai setengah Spanyol.
Lionel Messi memang merupakan salah satu pemain terhebat yang ada saat ini. Namun, seorang pemain berbakat paling besar abad ini, seperti Messi, hanya dapat bersinar dengan dukungan rekannya di lapangan. Dan dukungan ini lebih besar didapatkan Messi di Barcelona daripada di kesebelasan nasional Argentina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon untuk memberikan Komentar terhadap blog ini !!!!!